Senin, 01 Agustus 2011

"JIWA HAMPA"

          Hidup itu berjalan perlahan sebenarnya. cuma karena waktu yang kita lewati kebanyakan digunakan untuk menghadapi atau menyelesaikan sesuatu jadi tidak terasa waktu tersebut seperti berjalan sangat cepat.
Dari mulai kita mengalamai masa anak anak hingga sampai sekarang ini, banyak sekali fase atau kejadian yang akan terus menempel di "memory" kita. Hanya saja semua memory itu datang bergantian tanpa berurutan menyesuaikan dengan kondisi kita, apakah sedang suka, duka atau yang lainnya. Tidak dapat disangkla juga kondisi mental kita juga tumbuh secara bertaha, dari mulai kita merasa sangat optimistis, terus  sangat pesimis, dan hingga akhirnya ke tahap berfikir matang bisa menyeimbangkan semua unsur kehidupan walaupun itu tidak akan mencapai tahap yang sempurna.
            Jiwa hampa, jiwa hampa yang saya maksud disini adalah bahwa kita semua itu tidak sehebat yang kita bayangkan, akan tetapi juga tidak selemah yang kadang kita rasakan. Kita pasti pernah merasa kesepian, pernah juga merasa sangat bosan, dan intinya kita selalu merasa tidak puas dan akhirnya kecewa. Disaat kecewa itulah kita akan merasakan sangat hampa, apapun kejadiannya.
           Tidak dapat dipungkiri juga, hampir semua pribadi pernah merasa sangat hebat. pernah merasa muda dan sangat ingin mencoba segala sesuatu. Jiwa petualang yang sedang tumbuh berapi api inilah yang terkadang membuat kita sedikit sembrono. Terkadang kita menantang sesuatu yang sudah ada jalurnya, kemudian terkadang ingin mengubah suatu hal yang sudah statis menjadi lebih berkembang bahkan bisa saja berlawanan arah. Dan disaat-saat itulah kita akan banyak menentang beberapa nasihat dan opini dari luar, bisa terjadi buas dan kasar menghadapinya, bisa saja diam dingin dan tentu saja tidak sedikitpun mendengarkan nasihat atau opini tersebut. Karena pada saat hal it terjadi kita sangat menganggap bahwa pendapat dan ide sendiri yang sangat bagus dan berharga. Dan bila kita berembuk pun pasti enam puluh persen adalah ide kita yang kita kokohkan harus dilakukan. Terkadang semua itu ada baiknya dan tidak sedikit buruknya.
           Dan setelah beberapa jangka waktu yang cukup lama kita hidup di dunia mimpi yang penuh dengan obsesi itu, kemudian kita akan sampai ke fase kalau peribahasa bilang menabrak karang. Dan kebanyakan orang di sini menyadari kalau ternyata peribahasa roda berputar, kemudian diatas langit ada langit, dan yang lainnya. Disini kita akan menyadari betapa seru dan penuh misterinya hidup ini. dan disinilah kita akan merasa menyesal telah melakukan banyak kesalahan dan kesalah pahaman dalam mengartikan sebuah proses atau tindak tanduk, yang pada akhirnya kita akan merasakan "Semua serpihan hidup mulai terbang terbawa angin". Dan dimana semua kisah itu akan terpilih mana yang berarti untuk di kenang dan mana yang tidak berarti untuk di ingat, dalam arti kita akan memilih kenangan mana yang akan kita jadikan pelajaran dan mana yang hanya untuk dikenang saja. Kita juga tidak bisa memprediksi dan menyusun hidup kita secara sempurna seperti idealisme kita, semuanya harus melalui proses dan tentunya beberapa banyak masukan dari pengalaman sendiri dan kejadian yang orang lain alami lebih dulu. Dan disaat itu juga akan sangat terasa kalau ternyata kita adalah "Satu dari sekian banyak cerita manusia, untuk hidup dan untuk bernafas".
           Bila kita dulu atau saat ini atau kapanpun itu waktunya, mungkin pernah merasa hebat seperti api, merasa kuat seperti angin, merasa siap menghardik siapa saja yang menghadang. Anggap saja kita tidak terkalahkan. Tidaklah tidak mungkin kita akan merasakan hampa karena semua musuh sudah kalah, dan ketika akan kembali normal tidak mengumbar hawa nafsu semua org sudah menjauh karena segan atau takut berurusan dengan kita. ya kurang lebih seperti itulah.
          Seperti yang sudah dikisahkan di atas, Setelah kita melewati beberapa fase itu barulah kita akan mengerti seperti apa dan harus bagaimana. Anda bisa mengartikan sendiri. sungguh sangat normal setiap pribadi mengalami masa dimana banyak melakukan kesalahan dan kekeliruan, karena disaat itulah kita sedang menjalani "pemantapan" dalam menambah kedewasaan dan mematangkan pengalaman. Yang nantinya pada kemudian hari kita bisa ceritakan semua pengalaman suka dan duka, masa berjaya dan masa kalah, hingga akhirnya masa dimana kita harus kalem tapi pasti, kepada beberapa "jiwa yang masih kosong". Bisa saja kepada anak cucu kita kelak, ataupun kepada beberapa pribadi yang baru akan turun ke dunia realita, kita akan bisa sedikit menempelkan beberapa rules yang memang tidak untuk dilanggar.
          Disitulah kita akan mengisahkan kalau kita adalah manusia yang satu sama lain saling membutuhkan, tidak harus merasa diri kita yang paling hebat, paling ebnar, paling tau segalanya, dan paling tak terkalahkan. Karena roda kehidupan itu berputar, kita tidak bisa ada diatas terus. Kita boleh dan bahkan harus jangan merasa cepat puas, tapi kita harus pintar menempatkannya. Karena dalam hidup ini tidak ada pengulangan dan kembali kemasa yang sudah terlewati, jadi kita harus punya pegangan iman dan menjadikan pengalaman baik dan buruk sebagai pelajaran yang akan direalisasikan dalam menghadapi kasus hidup berikutnya.
         Kurang lebih seperti itulah saya menciptakan sejumlah kata kata dalam lirik, dan saya hiasi dengan nada. Semua pengalaman saya yang saya rasakan sendiri dan beberapa petuah serta pengalaman orang lain yang saya lihat sendiri, saya ringkas menjadi sebuah lagu bertema kehidupan dengan judul "JIWA HAMPA".
Bila anda berkenan, anda dapat mendengarkan lagunya. semoga kita termasuk Jiwa-jiwa hampa yang memiliki potensi tidak mudah menyerah dan mempunyai jiwa "TERUS BERJUANG" yang tinggi.

Rana,
thursday, may 19, 2011
song "Jiwa Hampa" by Ragajimesin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar